Mengajarkan dua bahasa secara bersamaan justru lebih efektif bagi anak maupun orangtua Waktu yang Tepat Mengajari Anak Bahasa Inggris
Bolehkah mengajarkan bahasa inggris semenjak balita atau tunggu ketika ia besar?

Kapan waktu yang sempurna sebaiknya mulai mengajari anak bahasa kedua kerap membingungkan orangtua. Bolehkah semenjak balita atau menunggu ketika ia lebih besar? Seperti yang lansir dari Antara (16/03/17), berikut yaitu mitos dan fakta terkait pengajaran bahasa Inggris terhadap balita.

“Belajar satu bahasa dulu kemudian bahasa lain kemudian”

Studi terbaru mengatakan, mengajarkan dua bahasa secara simultan atau bersamaan justru lebih efektif bagi anak maupun orangtua.

“Ah, kasihan, nanti beliau gundah bahasa”

Semakin dini anak terpapar lebih dari satu bahasa, semakin cepat mereka menguasainya. Ini menurut siaran pers EF, Dr. David Freeman dan Dr. Yvonne Freeman, Professor of Bilingual Education dari Amerika Serikat.

Baca juga: Anak Usia SD Adalah Masa Emas Belajar Bahasa

Sebab, otak anak sangat besar lengan berkuasa dan mempunyai kapasitas untuk dapat berubah ketika menanggapi tuntutan lingkungan, inilah mengapa bahasa dapat diajarkan semenjak dini. Orangtua tidak perlu takut anak mereka akan kebingungan.

“Anak saya akan mencampur adukkan kedua bahasa dan itu tidak baik”

Pada ketika proses belajar, anak niscaya akan mencampur dua bahasa berbeda. Mengapa? Karena anak sedang berguru merangkai kalimat, dan jikalau ia tidak ingat atau tidak tahu kosakata salah satu bahasa dari apa yang ia maksud, maka ia akan memakai kosakata dari bahasa lainnya. Pada ketika balita pembentukan tata bahasa atau grammar juga sedang berlangsung, masuk akal jikalau mereka melaksanakan kesalahan.

“Kan sudah saya beri tontonan berbahasa Inggris di rumah, nanti juga dapat sendiri”

“Anak-anak harus dibiasakan berinteraksi dengan bahasa kedua paling sedikit 30 persen dari keseluruhan hari mereka ketika mereka terjaga,” kata Fred Genesse, professor dalam bidang psikolingusitik dari McGill University, Montreal, AS.

Hal itu yang menjadi salah satu faktor sukses menumbuhkan anak bilingual atau bahkan multilingual. Jadi, orangtua juga harus aktif mengajak anak berbicara dalam bahasa Inggris atau memasukkannya ke daerah kursus.